Mengenal Meteoroid Dan Perbedaan Dengan Benda Langit Lain

Mengenal Meteoroid Dan Perbedaan Dengan Benda Langit Lain – Anda telah mengetahui bahwa bumi bukan satu-satunya benda langit yang berada di sistem tata surya. Banyak jenis benda lain yang masih menjadi misteri. Mereka adalah meteoroid, satelit alami, planet lain, bintang, komet, dan asteroid. Masing-masing memiliki definisi berbeda tetapi cenderungs ama terkait dengan konsep dasarnya.

Istilah meteoroid merujuk kepada benda langit apapun yang berbentuk batuan atau metal serta berkeliaran di sekitar angkasa. Tidak ada nama detail untuk benda tersebut kecuali ukurannya sangat besar sehingga mudah dikenali. meteoroid selalu datang dan pergi menjauh bumi bahkan ada yang pernah sampai jatuh ke permukaan membentuk kawah yang luas.

Jika meteoroid berbentuk sangat besar dan mengitari bintang dengan orbit jelas, inilah yang dikenal dengan nama planet dan asteroid. Perbedaannya hanya pada ukuran. Komet sedikit berbeda karena benda langit ini memiliki lintasan khusus yang sangat oval.

Pembentukan benda langit masih terus dipelajari sama halnya dengan planet dan bintang yang kini mulai masuk ke kajian lebih serius. Karena meteoroid lebih mudah diamati, informasi mengenai benda langit ini cenderung lebih banyak. Sebuah planet dapat berbenturan keras dengan komet atau asteroid lalu pecah menjadi bagian kecil sehingga disebut dengan meteoroid. Sebenarnya, tidak masalah dari mana asalnya selama terjadi secara alami.

Satu lagi istilah yang sering membuat bingung yaitu meteorit. Meskipun terdengar sama, istilah ini bukan untuk benda langit di angkasa tetapi meteoroid yang berhasil menjadi batu atau mencapai bumi. Beberapa bukti sudah tampak jelas yaitu kawa besar dengan akumulasi deposit mineral yang berbeda dengan apa yang ada di bumi.

Hujan meteor dan pengamatannya

Hujan meteor atau hanya meteor adalah fenomena langit ketika meteoroid dan sejenisnya berhamburan memercikkan nyala terang. Mereka pecah dan tersebar ke berbagai arah sembari menunjukkan bukti hasil gesekan energy di atmosfer.

Kondisi ini mirip ketika anda meletakkan batu atau metal di tungku api. Batu akan panas dan hancur ketika anda mengambil batu tersebut lalu memukul langsung dengan palu, pecahan berhamburan dengan berbagai ukuran. Saat panas bersuhu sangat tinggi, batu kemungkinan menjadi butiran debu seperti pasir. Peristiwa itu terjadi dengan adanya percikan menyala. Inilah yang anda saksikan di atmosfer. Karena tampak seperti hujan api, orang menyebutnya sebagai hujan meteor.

Perlu anda ketahui, peristiwa ini tidak harus dari meteoroid murni. Manusia mengirim wahana ruang angkasa dan sering jatuh karena tidak mampu bertahan. Ketika bertabrakan dengan atmosfer atau wahana lain, mereka juga bisa memunculkan percikan. Akan tetapi, situasi inis angat jarang terjadi sebab ketinggiannya tidak terjangkau dengan teleskop dan ukurannya sangat kecil.

Meteor hanya dapat diamati dengan alat khusus. Anda bisa saja menggunakan teropong sederhana di malam hari. Namun, kondisi dan waktu harus sesuai. Secara umum, sebagian besar pengamatan meteor berlangsung di malam hari. Saat itu, cahaya matahari tidak mengganggu mata saat memandang ke arah langit.

Kendala yang sering terjadi adalah menemukan meteor yang tepat. Peristiwa hujan meteor tidak selalu terjadi karena mayoritas meteoroid sangat kecil. Mereka akan hancur dan meleleh. Pengamatan yang lebih jelas berlangsung untuk benda langit yang jatuh dengan ukuran sangat besar yaitu lebih dari 70 km dengan ketinggian yang cukup. meteoroid tersebut akan menghantam atmosfer dan menimbulkan apa yang dikenal dengan sebutan hujan meteor. Jika ini terjadi, orang-orang akan berkumpul untuk menyaksikan peristiwa langka tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *