Meteor Chelyabinsk Si Bola Api Pemakan Korban

Meteor Chelyabinsk Si Bola Api Pemakan Korban – Hujan meteor merupakan salah satu fenomena astronomi yang terjadi karena sejumlah meteor terlihat di langit yang sesungguhnya adalah benda asing yang dapat berupa asteroid, meteor, atau serpihan komet yang berbenturan dengan atmosfer bumi . Meteoroid merupakan serpihan benda luar angkasa yang memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi. Kebanyakan peristiwa jatuhnya meteor yang memasuki atmosfer bumi hancur menjadi serpihan debu. Namun, pada beberapa kasus dapat terjadi ledakan meteor yang berhasil menembus lapisan atmosfer. Ledakan ini tidak terjadi di permukaan bumi melainkan meledak di udara atau berada di dalam lapisan atmosfer bumi.

Sekitar 7 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 15 Februari 2013 sebuah meteor berhasil menembus pertahanan lapisan atmosfer bumi. Meteor yang jatuh mengarah ke wilayah Rusia tepatnya di atas kota Chelyabinsk pada waktu Yekaterinburg (03:20:26 UTC) meledak di atas kawasan padat penduduk. Meskipun meteor meledak pada ketinggian lebih dari 20 kilometer dari permukaan bumi namun peristiwa ini mampu mengakibatkan kerusakan bangunan hingga beberapa bangunan runtuh dan banyak kaca jendela yang pecah akibat gelombang kejut yang dihasilkan dari ledakan meteor di udara. Selain kerusakan bangunan, peristiwa ini juga menyebabkan 1.200 anggota agen sbobet dilaporkan cedera. Pada umumnya disebabkan oleh kaca jendela yang pecah. Ledakan meteor yang menyebabkan hampir 3.000 bangunan mengalami kerusakan ini menciptakan cahaya yang sangat terang yang dapat dilihat dengan mata telanjang disekitar area ledakan. Beberapa astronom atau pengamat antariksa mengungkapkan bahwa meteor tersebut memiliki daya ledak yang sangat tinggi, puluhan kali lipat dari daya ledak bom atom yang terjadi di Jepang.

Kejadian langka meledaknya meteor yang sangat eksplosif di Rusia ini merupakan kejadian yang mampu menelan korban dalam skala besar. Meteor yang meledak di Chelyabinsk merupakan salah satu benda asing terbesar yang pernah memasuki atmosfer bumi setelah puluhan tahun sebelumnya meteor yang meledak di wilayah Tunguska yakni tepatnya pada tahun 1908 yang juga meledak diudara. Peristiwa meteor yang meledak di wilayah Chelyabinsk terjadi pada saat musim dingin yang kala itu suhu wilayah tersebut mencapai -15° C. Jendela yang berlubang karena kaca-kaca jendela yang pecah dan berterbangan karena dampak dari gelombang kejut menyebabkan udara dingin masuk ke dalam bangunan-bangunan rumah. Warga Chelyabinsk berusaha menutupi jendela yang pecah menggunakan benda apapun agar udara di dalam ruangan tidak terlalu dingin. Kerugian dari peristiwa ini diperkirakan pemerintah Rusia mencapai 1 miliar rubel atau sekitar 33 juta USD. Sebagai reaksi dari peristiwa meledaknya meteor di wilayah Chelyabinsk, pemerintah rusia mencanangkan akan dibuat sebuah program internasional yang dapat memperingatkan negara negara mengenai ancaman benda asing yang masuk kedalam atmosfir bumi agar kejadian serupa dapat ditanggulangi lebih dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *