Serpihan Komet Halley Menciptakan Hujan Meteor

Serpihan Komet Halley Menciptakan Hujan Meteor – Fenomena hujan meteor Eta Aquarid merupakan hujan meteor yang berkaitan dengan komet halley. Hujan meteor yang terjadi tiap tahun yakni pada bulan april-mei memiliki intensitas yang cukup tinggi berkisar 10 sampai dengan 20 meteor perjam. Hujan meteor ini memiliki frekuensi jatuh yang berbeda pada tiap belahan bumi. Kejadian hujan meteor Eta Aquarid merupakan hujan meteor yang disebabkan partikel komet halley yang terlepas ketika melintasi orbit matahari atau karena posisi komet halley yang tertarik dengan gravitasi matahari. Hempasan partikel dari komet halley kemudian terjebak pada orbit jupiter dan terlepas ke arah atmosfer bumi yang kemudian terjadi hujan meteor eta aquarid. Nama eta aquarid sendiri disebabkan karena meteor ini berpendar pada konstelasi bintang aquarius pada titik bintang yang paling terang yang bernama Aquarii. Oleh sebab itu, fenomena hujan meteor ini disebut sebagai fenomena hujan meteor eta aquarid. Hujan meteor eta aquarid dapat dilihat pada belahan bagian bumi utara namun akan tampak melintas diatas permukaan tanah. Berbeda dengan yang tampak pada belahan bumi bagian selatan yang berada pada 30 derajat dari garis khatulistiwa, fenomena hujan meteor eta aquarid akan lebih mudah terlihat sekitar pukul satu atau 2 pagi hingga pukul 5 pagi.

Penelitian hujan meteor telah dimulai dari abad 18 oleh seorang astronom Amerika yang bernama Hubert Anson Newton yang menyelidiki riwayat hujan meteor yang terjadi selama periode sebelumnya hingga akhirnya pengamat antariksa yang berasal dari anggota agen bola ini menemukan fakta akan konsistensi hujan meteor serupa yang terjadi sekitar akhir bulan april yakni pada tangal 28 hingga 30 April.

Penyelidikan akan observasi mengenai hujan meteor dimana berkaitan dengan komet Halley disadari oleh astronom Inggris yang bernama Alexander Stewart Herschel. Alexander Stewart Herschel membuat survey yang disusun secara sistematis untuk mencari tahu komet mana yang memiliki kemungkinan terbesar menciptakan peristiwa hujan meteor. Pernyataan Alexander Stewart ini juga didukung oleh pernyataan Gary Kronk yang juga seorang astronom. Kronk menyatakan bahwa berdasarkan yang ia amati, komet Halley merupakan komet terdekat dengan bumi pada tangal 4 Mei yang pendaran partikel komet Halley berasal dari konstelasi bintang Aquarius. Pihak NASA melalui pimpinan NASA dibidang meteoroid yang bernama Bill Cooke menyatakan bahwa hujan meteor pada tahun 2018, jumlah meteor yang jatuh mencapai 15 hingga 20 meteor. Namun, menurut Bill Cooke peristiwa ini dapat lebih mudah terlihat pada belahan bumi bagian selatan. Hal ini karena belahan bumi bagian selatan tidak terhalangi cahaya bulan yang tidak terlalu terang. Berbeda dengan yang tampak pada belahan bumi bagian utara yang terhalangi oleh cahaya bulan sehingga membuat penampakan hujan meteor menjadi terlihat samar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *