Tahun Pengamatan Meteor, Deretan Hujan Meteor di 2018

Meteor merupakan salah satu benda asing yang berada di luar angkasa baik berupa serpihan partikel komet, maupun asteroid. Hujan meteor merupakan peristiwa yang terjadi karena benda asing di luar angkasa masuk kedalam atmosfer bumi karena adanya gaya gravitasi bumi. Benda asing ini memasuki atmosfer bumi dapat disebabkan oleh dua hal. Yang pertama adalah karena benda asing luar angkasa yang melewati orbit bumi sehingga menyebabkan benturan di atmosfer. Dan yang kedua adalah bumi yang melintasi benda asing luar angkasa sehingga gaya gravitasi menarik benda luar angkasa tersebut masuk ke atmosfer bumi. Terlepas dari sebab kejadian hujan meteor, pada tahun 2018 lalu merupakan tahun yang spesial karena pada tahun tersebut terjadi beberapa hujan meteor yang dapat diamati. Bagi para pengamat meteor amatir, kejadian ini tergolong sebagai kesempatan untuk dapat menikmati keindahan fenomena alam luar angkasa yang sangat sayang untuk dilewatkan. Deretan hujan meteor yang terjadi pada tahun 2018 lalu diantaranya adalah hujan meteor Quadrantid, hujan meteor Lyrid, hujan meteor Eta Aquarid, hujan meteor Delta Aquarid, Hujan meteor Perseid, dan yang terakhir adalah hujan meteor Orionid. Setidaknya, tercatat paling tidak terjadi 6 kali fenomena hujan meteor yang terjadi di tahun 2018 lalu.

Dalam kurun waktu satu tahun, sejumlah peristiwa atau fenomena hujan meteor terjadi. Hal ini merupakan sebuah kesempatan untuk mengamati fenomena luar angkasa sekaligus juga merupakan kesempatan untuk menikmati keindahan peristiwa yang tersaji di luar angkasa. Pengamatan meteor yang terjadi pada tahun 2018 memberikan sebuah informasi yang tersirat bahwa bumi yang bergerak pada orbitnya mampu memberikan ancaman akan bahaya benda asing seperti meteor yang memiliki kemungkinan tersedot gaya gravitasi bumi.

Fenomena hujan meteor Quadrantid merupakan fenomena hujan meteor disebabkan serpihan partikel yang berasal dari konstelasi bintang Quadran Muralis. Meskipun konstelasi bintang ini telah tidak ada sebagaimana yang telah disepakati oleh para pengamat antariksa yang merupakan pemain judi online profesional, namun nama hujan meteor ini masih bernama hujan meteor Quadrantid sebagaimana konstelasi bintang tempat berpendarnya komet yang menyebabkan hujan meteor. Begitu juga dengan hujan meteor Perseid, dimana hujan meteor ini disebabkan oleh berpendarnya sisa partikel komet Swift-Tuttle yang berasal dari rasi bintang Perseus. Bumi yang bergerak melintasi orbit bertemu dengan partikel komet yang berpendar di konstelasi Aquarius sehingga menyebabkan hujan meteor Eta Aquarid dan Delta Aquarid. Sedangkan komet yang berpendar pada konstelasi Lyra menyebabkan hujan meteor Lyrid. Dan hujan meteor yang terakhir adalah hujan meteor Orionid. Hujan meteor ini karena komet atau benda asing berpendar di konstelasi bintang Orion. Oleh sebab itu hujan meteor ini dijuluki sebagai hujan meteor Orionid.

Mengenal Meteor, Meteorit, Dan Meteoroid
Artikel Blog Edukasi Informasi

Mengenal Meteor, Meteorit, Dan Meteoroid

Mengenal Meteor, Meteorit, Dan Meteoroid – Anda pernah mendengar orang menyebut meteor dan meteorit. Selain tiu, mereka juga sering mengatakan meteoroid sarta hujan meteor. Sebenarnya, istilah seperti ini sudah tercantum di pengetahuan dasar saat sekilas. Akan tetapi, banyak yang masih bingung untuk membedakan. Selain itu. Kata meteorit dan meteoroid terdengar sama meskipun huruf terakhir beda. Untuk mengenal lebih jauh mengenai istilah tersebut, simak ulasan berikut ini,

– Meteor Dan meteoroid
Sebuah scene di film menunjukkan bintang jatuh di malam hari. Beberapa kali bintang jatuh menunjukkan jati dirinya bahkan kadang mirip dengan kembang api karena tidak hanya satu. Apa yang mereka lihat sebenarnya dikenal dengan nama hujan meteor atau meteor shower. Kata meteor merujuk pada kejadian tersebut. Yang perlu anda perhatikan adalah bagaimana meteor itu terbentuk.

Hal ini berkaitan dengan benda langit dengan sebutan meteoroid. Secara ilmiah, semua benda langit yang berada di angkasa disebut dengan meteoroid jika ukurannya sangat kecil dan tidak mempunyai lintasan orbit yang jelas. Bumi sebenarnya juga benda langit disebut planet tetapi memiliki orbit mengelilingi matahari. Hal yang sama berlaku untuk asteroid dan komet. Mereka mempunyai semacam pakem atau aturan untuk bergerak karena gravitasi terhadap suatu pusat. Di sistem tata surya, semua planet berputar karena matahari.

Akan tetapi, meteoroid bisa berbentuk apa saja seperti batu besar atau mineral dengan tingkat kerapatan tinggi. Ada pecahan planet dan bulan lalu terlepas ke luar angkasa. Pecahan ini juga disebut dengan meteoroid. Secara umum, apapun yang berada di luar angkasa sebagai benda langit tanpa kejelasan tetapi bukan dari buatan manusia bisa dinyatakan dengan meteoroid.

Perbedan dasar antara meteoroid, asteroid, planet, dan komet adalah ukurannya. Perlu anda ketahui, batu kecil segenggam tangan atau seukuran bulir beras di luar angkasa juga disebut dengan meteoroid. Mereka berada di sekitar bumi dan planet karena tertarik gaya gravitasi. Akan tetapi, para meteoroid ini akan mengalami resistensi lalu terbakar di atmosfer.

Ketika meteoroid berhamburan, mereka seperti bara api panas karena suhu tinggi bahkan meleleh di atmosfer. Meteoroid ukuran besar bisa menampakkan diri saat diproses seperti itu. Tentu saja, anda akan melihat lebih jelas di malam hari. Inilah yang disebut dengan meteor. Jadi, meteoroid terbakar di atmosfer lalu orang bisa melihat langsung atau dengan teleskop. Peristiwa ini dinamakan secara lengkap sebagai hujan meteor.

– Meteorit
Bagaimana dengan meteorit? Anda pernah mendengar berbagai jenis batu. Penyebab mereka sering menggunakan terminology ilmiah berakhir. Saat meteoroid yang sangat besar mampu lolos dari hadangan atmosfer, mereka akan menuju ke permukaan bumi. Benda langit ini lalu tiba di bumi sebagai batuan atau mineral. Inilah yang disebut dengan meteoroid.

Meteor, Meteorit, Dan Meteoroid

Yang menarik, jutaan meteoroid tertarik gravitasi dengan ukuran berbeda dari kecil hingga besar. Akan tetapi, mereka masih bisa tertahan dan hanya satu dari sekian puluh juta berhasil lolos. Sebuah meteoroid besar pernah menghantam bumi lalu menjadi meteorit sembari membuat kawah yang sangat dalam. Hal ini jarang terjadi dan kemungkinannya adalah puluhan atau jutaan tahun lalu. Jatuhnya meteoroid ukuran besar tersebut berdampak kepada kehidupan dan ekosistem bumi saat itu.

Bagi peneliti, mereka memiliki semacam tempat dan teleskop khusus untuk mengamati aktivitas meteoroid tersebut. Selain itu, pengamatan meteor juga tersedia untuk tujuan wisata. Para turis dari pemain judi bola bisa melihat langsung di malam hari beberapa meteoroid dengan ukuran besar menjadi panas dan membara seperti api lalu pecah berhamburan meninggalkan jejak meteor.

Mengenal Meteoroid Dan Perbedaan Dengan Benda Langit Lain
Artikel Blog Edukasi Informasi

Mengenal Meteoroid Dan Perbedaan Dengan Benda Langit Lain

Mengenal Meteoroid Dan Perbedaan Dengan Benda Langit Lain – Anda telah mengetahui bahwa bumi bukan satu-satunya benda langit yang berada di sistem tata surya. Banyak jenis benda lain yang masih menjadi misteri. Mereka adalah meteoroid, satelit alami, planet lain, bintang, komet, dan asteroid. Masing-masing memiliki definisi berbeda tetapi cenderungs ama terkait dengan konsep dasarnya.

Istilah meteoroid merujuk kepada benda langit apapun yang berbentuk batuan atau metal serta berkeliaran di sekitar angkasa. Tidak ada nama detail untuk benda tersebut kecuali ukurannya sangat besar sehingga mudah dikenali. meteoroid selalu datang dan pergi menjauh bumi bahkan ada yang pernah sampai jatuh ke permukaan membentuk kawah yang luas.

Jika meteoroid berbentuk sangat besar dan mengitari bintang dengan orbit jelas, inilah yang dikenal dengan nama planet dan asteroid. Perbedaannya hanya pada ukuran. Komet sedikit berbeda karena benda langit ini memiliki lintasan khusus yang sangat oval.

Pembentukan benda langit masih terus dipelajari sama halnya dengan planet dan bintang yang kini mulai masuk ke kajian lebih serius. Karena meteoroid lebih mudah diamati, informasi mengenai benda langit ini cenderung lebih banyak. Sebuah planet dapat berbenturan keras dengan komet atau asteroid lalu pecah menjadi bagian kecil sehingga disebut dengan meteoroid. Sebenarnya, tidak masalah dari mana asalnya selama terjadi secara alami.

Satu lagi istilah yang sering membuat bingung yaitu meteorit. Meskipun terdengar sama, istilah ini bukan untuk benda langit di angkasa tetapi meteoroid yang berhasil menjadi batu atau mencapai bumi. Beberapa bukti sudah tampak jelas yaitu kawa besar dengan akumulasi deposit mineral yang berbeda dengan apa yang ada di bumi.

Hujan meteor dan pengamatannya

Hujan meteor atau hanya meteor adalah fenomena langit ketika meteoroid dan sejenisnya berhamburan memercikkan nyala terang. Mereka pecah dan tersebar ke berbagai arah sembari menunjukkan bukti hasil gesekan energy di atmosfer.

Kondisi ini mirip ketika anda meletakkan batu atau metal di tungku api. Batu akan panas dan hancur ketika anda mengambil batu tersebut lalu memukul langsung dengan palu, pecahan berhamburan dengan berbagai ukuran. Saat panas bersuhu sangat tinggi, batu kemungkinan menjadi butiran debu seperti pasir. Peristiwa itu terjadi dengan adanya percikan menyala. Inilah yang anda saksikan di atmosfer. Karena tampak seperti hujan api, orang menyebutnya sebagai hujan meteor.

Perlu anda ketahui, peristiwa ini tidak harus dari meteoroid murni. Manusia mengirim wahana ruang angkasa dan sering jatuh karena tidak mampu bertahan. Ketika bertabrakan dengan atmosfer atau wahana lain, mereka juga bisa memunculkan percikan. Akan tetapi, situasi inis angat jarang terjadi sebab ketinggiannya tidak terjangkau dengan teleskop dan ukurannya sangat kecil.

Meteor hanya dapat diamati dengan alat khusus. Anda bisa saja menggunakan teropong sederhana di malam hari. Namun, kondisi dan waktu harus sesuai. Secara umum, sebagian besar pengamatan meteor berlangsung di malam hari. Saat itu, cahaya matahari tidak mengganggu mata saat memandang ke arah langit.

Kendala yang sering terjadi adalah menemukan meteor yang tepat. Peristiwa hujan meteor tidak selalu terjadi karena mayoritas meteoroid sangat kecil. Mereka akan hancur dan meleleh. Pengamatan yang lebih jelas berlangsung untuk benda langit yang jatuh dengan ukuran sangat besar yaitu lebih dari 70 km dengan ketinggian yang cukup. meteoroid tersebut akan menghantam atmosfer dan menimbulkan apa yang dikenal dengan sebutan hujan meteor. Jika ini terjadi, orang-orang akan berkumpul untuk menyaksikan peristiwa langka tersebut.

Meteor Chelyabinsk Si Bola Api Pemakan Korban
Artikel Blog Edukasi Foto & Galeri Informasi

Meteor Chelyabinsk Si Bola Api Pemakan Korban

Meteor Chelyabinsk Si Bola Api Pemakan Korban – Hujan meteor merupakan salah satu fenomena astronomi yang terjadi karena sejumlah meteor terlihat di langit yang sesungguhnya adalah benda asing yang dapat berupa asteroid, meteor, atau serpihan komet yang berbenturan dengan atmosfer bumi . Meteoroid merupakan serpihan benda luar angkasa yang memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi. Kebanyakan peristiwa jatuhnya meteor yang memasuki atmosfer bumi hancur menjadi serpihan debu. Namun, pada beberapa kasus dapat terjadi ledakan meteor yang berhasil menembus lapisan atmosfer. Ledakan ini tidak terjadi di permukaan bumi melainkan meledak di udara atau berada di dalam lapisan atmosfer bumi.

Sekitar 7 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 15 Februari 2013 sebuah meteor berhasil menembus pertahanan lapisan atmosfer bumi. Meteor yang jatuh mengarah ke wilayah Rusia tepatnya di atas kota Chelyabinsk pada waktu Yekaterinburg (03:20:26 UTC) meledak di atas kawasan padat penduduk. Meskipun meteor meledak pada ketinggian lebih dari 20 kilometer dari permukaan bumi namun peristiwa ini mampu mengakibatkan kerusakan bangunan hingga beberapa bangunan runtuh dan banyak kaca jendela yang pecah akibat gelombang kejut yang dihasilkan dari ledakan meteor di udara. Selain kerusakan bangunan, peristiwa ini juga menyebabkan 1.200 anggota agen sbobet dilaporkan cedera. Pada umumnya disebabkan oleh kaca jendela yang pecah. Ledakan meteor yang menyebabkan hampir 3.000 bangunan mengalami kerusakan ini menciptakan cahaya yang sangat terang yang dapat dilihat dengan mata telanjang disekitar area ledakan. Beberapa astronom atau pengamat antariksa mengungkapkan bahwa meteor tersebut memiliki daya ledak yang sangat tinggi, puluhan kali lipat dari daya ledak bom atom yang terjadi di Jepang.

Kejadian langka meledaknya meteor yang sangat eksplosif di Rusia ini merupakan kejadian yang mampu menelan korban dalam skala besar. Meteor yang meledak di Chelyabinsk merupakan salah satu benda asing terbesar yang pernah memasuki atmosfer bumi setelah puluhan tahun sebelumnya meteor yang meledak di wilayah Tunguska yakni tepatnya pada tahun 1908 yang juga meledak diudara. Peristiwa meteor yang meledak di wilayah Chelyabinsk terjadi pada saat musim dingin yang kala itu suhu wilayah tersebut mencapai -15° C. Jendela yang berlubang karena kaca-kaca jendela yang pecah dan berterbangan karena dampak dari gelombang kejut menyebabkan udara dingin masuk ke dalam bangunan-bangunan rumah. Warga Chelyabinsk berusaha menutupi jendela yang pecah menggunakan benda apapun agar udara di dalam ruangan tidak terlalu dingin. Kerugian dari peristiwa ini diperkirakan pemerintah Rusia mencapai 1 miliar rubel atau sekitar 33 juta USD. Sebagai reaksi dari peristiwa meledaknya meteor di wilayah Chelyabinsk, pemerintah rusia mencanangkan akan dibuat sebuah program internasional yang dapat memperingatkan negara negara mengenai ancaman benda asing yang masuk kedalam atmosfir bumi agar kejadian serupa dapat ditanggulangi lebih dini.

Waspada Benda Asing Luar Angkasa, Peringatan Dini Menjadi Solusi
Artikel Blog Edukasi Informasi

Waspada Benda Asing Luar Angkasa, Peringatan Dini Menjadi Solusi

Waspada Benda Asing Luar Angkasa, Peringatan Dini Menjadi Solusi – Orbit bumi dalam perjalanannya mengelilingi matahari tidaklah mulus layaknya jalur jalan tol. Namun pada lintasan orbit bumi terhadap matahari harus menghadapi kemungkinan berpapasan dengan objek luar angkasa lain seperti asteroid, serpihan komet, debu kosmlik, ataupun partikel partikel benda asing luar angkasa lainnya. Gravitasi bumi yang mampu untuk menarik benda-benda asing yang berada dekat dengan bumi membuat fenomena hujan meteor dapat terjadi. Benda asing yang tertarik dengan gravitasi bumi pada umumnya akan habis atau hancur karena bertabrakan dengan lapisan pertahanan bumi yakni atmosfer bumi. Namun kemungkinan benda-benda asing tersebut dapat menembus pertahanan bumi tidak tertutup kemungkinannya hanya karena bumi memiliki lapisan pertahanan berupa atmosfer bumi yang sangat baik. Hal ini terbukti dengan beberapa kasus yang terjadi sebelumnya dimana terdapat benda asing yang mampu menembus lapisan atmosfer bumi bahkan meledak diatas permukaan bumi. Tembusnya pertahanan bumi ini pernah terjadi ketika zaman dinosaurus masih hidup. Namun, peristiwa masuknya benda asing dari luar angkasa justru mengakibatkan kepunahan dari dinosaurus. Selain yang terjadi pada zaman purba, peristiwa meteor yang sampai begitu dekat dengan permukaan bumi juga terjadi pada tahun 1908 di wilayah Tunguska, Rusia. Meskipun pada peristiwa di Tunguska tidak mengakibatkan jatuhnya korban namun, peristiwa ini mampu menyebabkan sebuah ledakan yang sangat dahsyat hingga mengakibatkan 8 juta pohon lenyap terbakar.

Setelah lebih dari seratus tahun berlalu, tahun 2013 menjadi hari yang sangat berharga untuk menjadi sebuah pelajaran bagi seluruh umat manusia yang ada dibumi. Hal ini karena pada tahun 2013 terjadi ledakan yang disebabkan oleh masuknya benda asing luar angkasa ke dalam atmosfer bumi. Pada kejadian yang terjadi di wilayah Chelyabinsk, Rusia mampu memberikan dampak yang cukup untuk dijadikan pelajaran di masa yang akan datang. Pasalnya kejadian di Chelyabinsk mampu menelan korban hingga 1200 orang yang menjadi korban dan rata-rata dilaporkan cedera dan harus segera dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Setelah terjadi dua kali peringatan oleh alam tentang bahayanya benda asing yang mengancam keselamatan bahkan nyawa seluruh umat manusia dimuka bumi. Maka umat manusia pun sadar, diperlukan sebuah solusi untuk mencegah atau menanggulangi jika kejadian serupa dapat terjadi dikemudian hari. Oleh sebab itu beberapa penelitian mengenai bagaimana menanggulangi kejadian serupa agar tak terjadi lagi dilakukan oleh sejumlah negara.

Solusi dari permasalahan yang timbul dari peristiwa jatuhnya metor adalah dengan melakukan pengawasan di luar angkasa dan segera memberikan peringatan jika meteor yang membahayakan dan kemungkinan mampu menembus pertahanan atmosfer. Upaya ini dilakukan agar dapat menanggulangi bencana yang mungkin dapat terjadi dan guna menekan kemungkinan korban jiwa yang ditimbulkan. Jika sebuah peringatan dini dapat dilakukan maka antisipasi akan terjadinya bencana besar dapat dicegah.

Meteor Tunguska, Keberuntungan Yang Terabaikan
Artikel Blog Edukasi Informasi

Meteor Tunguska, Keberuntungan Yang Terabaikan

Meteor Tunguska, Keberuntungan Yang Terabaikan – Pada tahun 1908, sebuah ledakan besar terjadi di wilayah Tunguska di Siberia. Wilayah ini merupakan daerah terpencil yang tidak dihuni oleh banyak orang. Sebagian besar wilayah ini merupakan daerah hutan. Ledakan yang terjadi pada waktu itu terjadi di udara. Saksi mata menyatakan bahwa pada saat kejadian terdengar suara dentuman yang sangat keras disusul dengan suara seperti batu batu yang jatuh dari langit layaknya suara rentetan tembakan. Peristiwa ledakan yang terjadi di Tunguska menyebabkan 2000 km persegi lahan hutan terbakar habis. Selain terbakarnya hutan, dampak dari gelombang kejut ledakan mencapai radius 60 km yang menyebabkan kaca jendela-jendela di kota terdekat pecah dan penduduk kota tersebut merasakan gelombang panas pasca ledakan tersebut.

Meteor Tunguska, Keberuntungan Yang Terabaikan

Seorang saksi mata menyatakan langit seolah terbelah menjadi dua dan jauh di atas ketinggian tepatnya diatas hutan Tunguska tampak diliputi oleh api. Pada saat itu, ledakan yang terjadi tidak menimbulkan kegaduhan dunia internasional bahkan pemerintah Rusia sendiri sama sekali tidak melakukan penyelidikan mengenai kejadian ini. Banyak peneliti yang mengungkapkan bahwa ledakan yang terjadi di Tunguska merupakan kejadian langka karena ledakan energi yang diperkirakan mencapai skala “megaton” atau diperkirakan mencapai 10 sampai dengan 15 megaton TNT. Peristiwa Tunguska merupakan sebuah peristiwa yang dapat dikategorikan sebagai sebuah tragedi keberuntungan. Hal ini karena ledakan yang sangat besar namun sama sekali tidak menimbulkan korban jiwa. Jika ledakan ini terjadi diatas wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi maka yang terjadi bukanlah jutaan pohon lenyap terbakar, melainkan jutaan nyawa melayang menjadi korban. Oleh sebab itu keberuntungan sangat tepat disematkan untuk peristiwa ledakan yang terjadi diatas hutan tersebut.

Peristiwa ledakan Tunguska sampai dengan hari ini masih menjadi perbincangan bagi kalangan pengamat luar angkasa terutama bagi mereka yang tertarik seputar meteorid, asteroid dan benda asing luar angkasa lainnya. Meskipun telah ratusan tahun berlalu namun masih tetap dilakukan penelitian mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Tunguska pada tahun 2008. Keberuntungan yang terjadi di Tunguska rupanya tidak menjadi pelajaran yang berarti bagi Rusia. Pasalnya, meski peneliti dari Rusia melakukan beberapa penelitian setelah kejadian Tunguska berlalu selama lebih dari puluhan tahun, pihak pemerintah Rusia sendiri tidak begitu tertarik dengan kejadian Tunguska. Hingga pada akhirnya pada tahun 2013 terjadi Tragedi meledaknya meteor diatas daratan Rusia tepatnya di wilayah Chelyabinsk. Meski ledakan yang terjadi tidak sebesar ledakan di Tunguska, namun peristiwa ini mampu menelan korban hingga 1200 orang cedera. Hal ini tentu saja menunjukan bagaimana peristiwa Tunguska diabaikan begitu saja hingga disadarkan betapa beruntungnya peristiwa Tunguska tidak terjadi diatas wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi sebagaimana yang terjadi di Chelyabinsk

Serpihan Komet Halley Menciptakan Hujan Meteor
Uncategorized

Serpihan Komet Halley Menciptakan Hujan Meteor

Serpihan Komet Halley Menciptakan Hujan Meteor – Fenomena hujan meteor Eta Aquarid merupakan hujan meteor yang berkaitan dengan komet halley. Hujan meteor yang terjadi tiap tahun yakni pada bulan april-mei memiliki intensitas yang cukup tinggi berkisar 10 sampai dengan 20 meteor perjam. Hujan meteor ini memiliki frekuensi jatuh yang berbeda pada tiap belahan bumi. Kejadian hujan meteor Eta Aquarid merupakan hujan meteor yang disebabkan partikel komet halley yang terlepas ketika melintasi orbit matahari atau karena posisi komet halley yang tertarik dengan gravitasi matahari. Hempasan partikel dari komet halley kemudian terjebak pada orbit jupiter dan terlepas ke arah atmosfer bumi yang kemudian terjadi hujan meteor eta aquarid. Nama eta aquarid sendiri disebabkan karena meteor ini berpendar pada konstelasi bintang aquarius pada titik bintang yang paling terang yang bernama Aquarii. Oleh sebab itu, fenomena hujan meteor ini disebut sebagai fenomena hujan meteor eta aquarid. Hujan meteor eta aquarid dapat dilihat pada belahan bagian bumi utara namun akan tampak melintas diatas permukaan tanah. Berbeda dengan yang tampak pada belahan bumi bagian selatan yang berada pada 30 derajat dari garis khatulistiwa, fenomena hujan meteor eta aquarid akan lebih mudah terlihat sekitar pukul satu atau 2 pagi hingga pukul 5 pagi.

Penelitian hujan meteor telah dimulai dari abad 18 oleh seorang astronom Amerika yang bernama Hubert Anson Newton yang menyelidiki riwayat hujan meteor yang terjadi selama periode sebelumnya hingga akhirnya pengamat antariksa yang berasal dari anggota agen bola ini menemukan fakta akan konsistensi hujan meteor serupa yang terjadi sekitar akhir bulan april yakni pada tangal 28 hingga 30 April.

Penyelidikan akan observasi mengenai hujan meteor dimana berkaitan dengan komet Halley disadari oleh astronom Inggris yang bernama Alexander Stewart Herschel. Alexander Stewart Herschel membuat survey yang disusun secara sistematis untuk mencari tahu komet mana yang memiliki kemungkinan terbesar menciptakan peristiwa hujan meteor. Pernyataan Alexander Stewart ini juga didukung oleh pernyataan Gary Kronk yang juga seorang astronom. Kronk menyatakan bahwa berdasarkan yang ia amati, komet Halley merupakan komet terdekat dengan bumi pada tangal 4 Mei yang pendaran partikel komet Halley berasal dari konstelasi bintang Aquarius. Pihak NASA melalui pimpinan NASA dibidang meteoroid yang bernama Bill Cooke menyatakan bahwa hujan meteor pada tahun 2018, jumlah meteor yang jatuh mencapai 15 hingga 20 meteor. Namun, menurut Bill Cooke peristiwa ini dapat lebih mudah terlihat pada belahan bumi bagian selatan. Hal ini karena belahan bumi bagian selatan tidak terhalangi cahaya bulan yang tidak terlalu terang. Berbeda dengan yang tampak pada belahan bumi bagian utara yang terhalangi oleh cahaya bulan sehingga membuat penampakan hujan meteor menjadi terlihat samar.

Apa yang Terjadi Jika Meteor Jatuh ke Bumi
Artikel Blog Edukasi Informasi

Apa yang Terjadi Jika Meteor Jatuh ke Bumi

Apa yang Terjadi Jika Meteor Jatuh ke Bumi – Dinosaurus diceritakan punah akibat hujan meteor yang jatuh dibumi hingga menimbulkan bencana yang dahsyat. Apakah hal tersebut benar? Berdasarkan sejarah yang tercatat, memang seperti itu. Tetapi mungkin fakta ini membuat anda bertanya-tanya apa yang kira-kira akan terjadi jika sampai meteor jatuh kembali jatuh ke bumi. Meteor memang pernah jatuh ke bumi dan akan jatuh kembali ke bumi.

Meskipun begitu umat manusia tidak perlu terus menerus merasa khawatir karena hal ini. Ada pencegahan yang dapat dilakukan. Misalnya dengan mencari tahu soal karakteristik meteor dan benda langit lainnya, mengembangkan metode menghindari meteor yang berbahaya, serta tentunya berkoordinasi dan memberikan edukasi.

Apa yang Akan Terjadi Jika Meteor Jatuh Kembali ke Bumi

Sebelum anda mencari tahu soal apa yang akan terjadi jika meteor jatuh ke bumi, anda perlu mengetahui dahulu pengertian soal benda-benda langit ini. Sebelum disebut meteor, meteor adalah meteoroid yaitu sebuah bebatuan atau objek metal yang biasanya berbentuk lebih kecil dari asteroid. Untuk meteoroid yang berukuran sangat kecil biasanya disebut sebagai micrometeoroids atau debu angkasa.

Sedangkan meteor sendiri merupakan cahaya yang terlihat ketika asteroid atau meteoroid masuk ke dalam bumi dan bergesekan dengan atmosfer dalam kecepatan tinggi. Inilah mengapa biasanya meteor disebut sebagai bintang jatuh karena cahaya yang terlihat.

Ada beberapa jenis asteroid atau benda langit lainnya yang diketahui memiliki kemungkinan akan jatuh menghantam bumi dalam beberapa ratus tahun ke depan. Salah satunya yang memiliki kemungkinan paling besar adalah asteroid yang bernama 2000 SG344. Kemungkinan bagi asteroid atau benda langit lainnya untuk jatuh menghantam bumi memang besar.

Hal ini disebabkan oleh gerakan gravitasi bumi yang cukup besar. Sehingga seringkali bumi bertabrakan dengan benda lain di luar angkasa atau benda luar angkasa bertabrakan langsung dengan bumi. Jangan lupa juga dengan fakta bahwa luar angkasa merupakan ruangan yang kosong dan benar-benar besar. Demikianlah sedikit penjelasan mengenai apa yang akan terjadi ketika meteor jatuh ke bumi.